untuk satu cangkir caramel latte

bukankah aku pernah menyapa mu lewat lagu dan bisikan abjad yang berantakan

dan kita benar benar manusia yang sungguh tertegun atas rindu juga perasaan

aku sudah mencintai mu di atas tulisan 

dan tidaklah rasa harus kita bayar dengan keutuhan 


dan aku juga mencintai di dalam kata yang ku bukukan 

yang ku rangkai dengan huruf maupun tinta ke-emas-an 


lalu aku tidak ingin mencintai mu dengan angka dan kelipatan

sebab ia tak berjumlah juga tak beraturan 

Komentar

Postingan Populer