manusia perempuan

wahai puan kini kita selesai, selesai pada puing puing biru yang di kubur dalam dalam 

kita selesai pada ucap lidah yang selama ini kita pendam sendirian


wahai puan, rayakanlah, kita menang 

kita merayakan perempuan 

lewat tangis henti dan keasingan 


kita menang, meskipun masih suram keseringan

menyelamatkan kegilaan hanya untuk memanusiakan kesepian


tumbuh sebagai manusia yang disembuhkan

memeluk sayap sendiri yang menenangkan


pun akhirnya menjadi paham

bahwa riuh sesekali perlu tempat untuk malam kelam


puan, kita gadis yang akan selalu merayakan kesakitan 







halo halo semuanya, terimakasih selalu membaca puisi puisi dan karya karya ku yang lain, semoga bisa ketemu di lain project❤️ 

ini adalah puisi terakhir persembahan untuk 365-menuju bumi  


terimakasih ya xoxo 

with love C 



Komentar

Postingan Populer