berpindah-pulang

dirumah yang biasa aku dudukin bersama satu cangkir kopi 
yang biasa aku biaskan bersama rindu yang ku nikmati
cerita itu, menjadi pilu yang akan ku tutup searah
pada tinta yang ku tulis habis pada pasrah
dan tidak lagi membendung luka 

dan sebentar lagi berjalan
tidak menengok dan tidak pulang 
pada kenangan, pada degup yang ku biarkan 

dan di halaman berikutnya pada buku ku 
di ujung nadi yang berseru 
di huruf huruf yang kuhela di sepanjang waktu 

ku tulis sajak dengan tinta air mata 
dengan semua riwayat yang tak sempurna
lalu aku hidup, berpindah dan menetap lama 




happy reading! 
w/L c 

Komentar

Postingan Populer