Aku isi kepala

Saat itu gelap bersama purnama nya, manangis, lalu kamu melihat ku, salah satu di antara dari gelap yang kebetulan ku kalungi 


Aku juga mengatakan bahwa rasanya hanya ada hujan saja 

Dan kamu seperti ingin memecat nya 

Dari balik putih bersih itu yang tak kasat mata

Di balik rupa dan jingga 


Aku bercerita banyak prihal diri mu yang sebentar lagi di makan waktu

Dan lagi aku bergelut pada ragu

Aku pengecut 

Yang berkutik pada ruang yang semrawut

Diantara dua bola mata kita, di antara jantung yang ternyata tak berdenyut 


Komentar

Postingan Populer