Tanpa judul (bagian empat)
Dengan semua logat dari abjad hingga angka
Di tengah ruang bernuansa mimpi dan gelisah isi kepala
Dari langit dialog, seperti nya tak usang kau bercerita
Tiap kalimat membuat si waktu berhenti
Bersama alasan dan berbidik nyeri
Seperti nyata dengan bunga di pot peluh yang berduri
Aku menatap, kosong yang sebenarnya sedang tak percaya diri
Kata yang serangkai membuat ucap lidah mu terlihat tanpa koma dan spasi
Gagah berani
Dengan tongkat tegak yang sudah pasti
Seperti bingkisan bingkisan abstrak tak beraturan
Nada kita mulai menyatu tanpa bertabrakan
Beradu jujur walau tak saling menatap mata
Beradu gelisah dengan tanda tanya, apa dan bagaimana
Lalu mimpi besar itu jatuh dan bernada
Jauh bersama mimpi yang lain yang bercahaya
Dan untuk itu, ku tunggu judul mimpi yang berjalan beriringan berdua, mimpi kita yang sama

Komentar
Posting Komentar