Bukan puisi
Aku ingin sekali seharian menangis
Menuai rasa hingga air mata habis
Dan berlari pada kenyataan rindu yang sulit aku ucapkan, pada bait kertas di halaman paling belakang
Aku ingin hujan selalu tahu, ketika airnya menetes romantis di atas kulit ku, nuansa itu menyedihkan, seperti seorang bocah yang tengah menertawakan tangisan yang buruk
Dan aku semacam menjadi singa tanpa taringnya
Aku ingin menangis sejadi jadi nya
Hingga aku lupa bahwa aku adalah manusia
Aku ingin menangis dalam akar yang terkubur di balik tanah yang merah, yang tak pernah kenal apa itu basah
Dan pada akhirnya, aku hanya penutup, pada bait angka yang mereka sebut pemalu
Dari segala yang mereka ucapakan, lagi lagi aku rangkai dalam ikatan huruf buta yang pelupa
Komentar
Posting Komentar