Puisi (57) the last of hello oct

Badai meriuh angin dengan tangis

Katamu, aku pulih yang kebetulan sangat tragis 

Katanya, aku pilu biru

Yang mulai sejuk sebab abu abu 


Ketika dunia saling merancu 

Kita adalah manusia yang dungu 

Yang berpacu berburu saling cemburu


Telaah lah di ujung sana

Dengan apa tangkup mu aku sapa 

Kalau hanya ada ringkasan huruf buta 


Dan liat mereka adalah bulan yang malu

Lalu risalahmu menjadi prosa yang palsu


Dan jika mau aku ingin tenang dalam murni 

Bahagia dengan keping abadi

Berteriak sekencangnya tanpa di ampuni 


Aku ingin berdiri dengan gagah 

Di ujung pisau bernanah 

Di balik jiwa yang pasrah 



Komentar

Postingan Populer