Puisi (52) Untuk mu, Ibu kartini
Peluh putih dari wajah kesutrimu
Memandang murni dari balik cabang cabang rindu
Keringat lara, resah di bawah purnama
Pekat ini, niscaya ada
Angun mu penuh cahaya
Silau dari balik mata mu ingin berbahagia
Pupil yang memaksa harus bisa
Kau junjung martabat yang pernah sirna
Selama nya
Nama mu menempel pada dinding dingin
Walau belum selesai dan harus usai
Dibawah bumi, tak sesal dan kekal
Komentar
Posting Komentar