Puisi (44) Pagi yang sempit
Mata besar tak ingin bungkam
Diam diam berhalusinasi
Ditengah tengah waktu yang hampir pagi
Ingin sampai batre telepon sudah mati
Ia sedang terjebak dalam ruang
Menanti fajar
Lalu hinggap dibalik busur panjang
Entah ingin apa
Menikmati lantunan ayat ayat sajak nyata
Ingin secangkir teh panas, tapi sedang puasa
Pikiran nya sedang berkeliaran
Membabi buta dengan segala bentuk pelanggaran
Rasanya tak bisa sembarang dibaca
Hatinya tak bisa sembarang menerka
Jika kita bertemu di mimpi
Katakan saja,
Sampai ketemu di kolong alam dunia
Diam diam berhalusinasi
Ditengah tengah waktu yang hampir pagi
Ingin sampai batre telepon sudah mati
Ia sedang terjebak dalam ruang
Menanti fajar
Lalu hinggap dibalik busur panjang
Entah ingin apa
Menikmati lantunan ayat ayat sajak nyata
Ingin secangkir teh panas, tapi sedang puasa
Pikiran nya sedang berkeliaran
Membabi buta dengan segala bentuk pelanggaran
Rasanya tak bisa sembarang dibaca
Hatinya tak bisa sembarang menerka
Jika kita bertemu di mimpi
Katakan saja,
Sampai ketemu di kolong alam dunia
Komentar
Posting Komentar