Puisi (43) panorama

Ruang berlimpas rekas
Dari tiap tiap nafas
Ini adalah ilusi
Dari tiap khayalan yang berargumentasi

Ia tancapkan waktu
Sampai titik batin luka itu
Kenyataan bagai arus fantasi
Diseret dipaksa menghantui

Titik temu tatkala bercerita
Dari kau yang sekuat tenaga bertanya
Didetak jantung dihentikan
Tak mungkin, kau yang ku matikan

Pamit undur, ingin lupa
Konspirasi dari setiap raga
Ku hapus, ku patahkan hening yang merenggut masa 




Ku katakan untuk pembaca
Terimakasih xx
Love -c

Komentar

Postingan Populer