Puisi (41) patah berantakan
Berserak tidak dirapikan
Lebur hancur berkeping didiamkan
Hambar disitu
Jatuh mendalam hingga biru
Masih mengalir dari mata
Bergetar hingga rongga
Meliputi rindu disemesta dunia
Sekali bertemu, tak sirna segala selain rasa
Aku angin lembut
Tolong, diam, jangan diajak ribut
Jangan dirembas, tahan
Nanti menjelma dalam seluruh lautan
Jangan kau bisik dan datangkan
Nanti tabahku tak berjalan
Bukan tak bisa senyum dalam mekar bunga padma
Nanti susah kau tebak seperti rumus kimia
Akan hanyut, segala yang datang
Akan kembali, yang mungkin hilang
Mungkin bisa mimpi bisa kenangan
Selamat membaca.
Lebur hancur berkeping didiamkan
Hambar disitu
Jatuh mendalam hingga biru
Masih mengalir dari mata
Bergetar hingga rongga
Meliputi rindu disemesta dunia
Sekali bertemu, tak sirna segala selain rasa
Aku angin lembut
Tolong, diam, jangan diajak ribut
Jangan dirembas, tahan
Nanti menjelma dalam seluruh lautan
Jangan kau bisik dan datangkan
Nanti tabahku tak berjalan
Bukan tak bisa senyum dalam mekar bunga padma
Nanti susah kau tebak seperti rumus kimia
Akan hanyut, segala yang datang
Akan kembali, yang mungkin hilang
Mungkin bisa mimpi bisa kenangan
Selamat membaca.
Komentar
Posting Komentar