Puisi (37) nona andai
Banyak rasa yang teracak acak
Mendominasi saling injak menginjak
Sudah lelah raga untuk berontak
Bak roti remuk tergeletak terpapar hamparan
Di sela sela rumitnya kepalsuan
Yang selalu mencari angin kebebasan hati
Yang berlomba untuk berilusi riang kemari
Ia lumpuhkan banyak asmara
Mengaung ngaung menutupi rahasia
Terkungkung dalam wujud tak kasat mata
Sudah waktu nya ia sudahi semua
Jangan hanya diam menunggu kesatria
Sampai datang terjuntai menggelora
Apalah diri puan ini
Manis manis si kerdil sendiri
Berusaha terbangun dari tidur yang tak bermimpi
Tahun baru. Tema pun baru
Semoga ditahun ini kita bisa membawa keberkahan
Happy reading 💛
Mendominasi saling injak menginjak
Sudah lelah raga untuk berontak
Bak roti remuk tergeletak terpapar hamparan
Di sela sela rumitnya kepalsuan
Yang selalu mencari angin kebebasan hati
Yang berlomba untuk berilusi riang kemari
Ia lumpuhkan banyak asmara
Mengaung ngaung menutupi rahasia
Terkungkung dalam wujud tak kasat mata
Sudah waktu nya ia sudahi semua
Jangan hanya diam menunggu kesatria
Sampai datang terjuntai menggelora
Apalah diri puan ini
Manis manis si kerdil sendiri
Berusaha terbangun dari tidur yang tak bermimpi
Tahun baru. Tema pun baru
Semoga ditahun ini kita bisa membawa keberkahan
Happy reading 💛
Komentar
Posting Komentar