Puisi (31) dibalik pena
Ia sendiri
Bersandar pada satu bait yang sulit untuk di mengerti
Semua butuh klise yang berbeda
Dalam satu judul untuk satu semesta
Rasanya lebih tajam dari kelebat peluru
Tak serapih dari rasa yang hampir mengarah keseluruh penjuru
Suara mesin itu
Bagai ruang waktu yang ada saat pilu
Tak semudah membalikan tangan
Tak semudah memutar kenangan yang di tulis dengan impian
Baca pelan pelan
Otak ini tak punya banyak kata
Dan sebagian besar kamu kira,
Ini hanya pelantara
Selamat membaca, memang ga gampang bikin ky gini but Thankyou
Kali ini tentang perasaan gimana rasanya klo udah punya otak buntu
SO HAPPY READING!!!
Bersandar pada satu bait yang sulit untuk di mengerti
Semua butuh klise yang berbeda
Dalam satu judul untuk satu semesta
Rasanya lebih tajam dari kelebat peluru
Tak serapih dari rasa yang hampir mengarah keseluruh penjuru
Suara mesin itu
Bagai ruang waktu yang ada saat pilu
Tak semudah membalikan tangan
Tak semudah memutar kenangan yang di tulis dengan impian
Baca pelan pelan
Otak ini tak punya banyak kata
Dan sebagian besar kamu kira,
Ini hanya pelantara
Selamat membaca, memang ga gampang bikin ky gini but Thankyou
Kali ini tentang perasaan gimana rasanya klo udah punya otak buntu
SO HAPPY READING!!!
Komentar
Posting Komentar