Puisi (30) rasuk

Dalam pagi ia mengantuk
Bercanda ria tak terpuruk
Katanya, jangan manis manis nanti tertusuk

Ah bisa saja
Yang sedang di pikirkan hanya belum ada
Tapi tetap saja menghakimi raga

Berawal dari waktu
Yang lama lama semakin memburu
Buntu sudah seperti kolong langit biru

Malas dengan debaran ini
Kendati di pendar matamu tak akan lama bersemi
Ini bukan soal tumbuh, lalu hilang, dan pasti berganti


Ini tampak bukan dia.
Mungkin rasuk
Yang entah sedang berkecambuk



Jangan jangan ia sadar akan rasa yang ternyata bukan rasuk. 
Lalu lupa diri dan dengan pasrah ia mengganguk. 






Mohon maaf lahir batinn untuk semua❤
Love -c 
Hak cipta.

Komentar

Postingan Populer