Puisi (29) apatis.

Semua ada di jejak tiada berhenti
Kian semakin menjadi 
Bagai materi yang habis dengan reputasi

Bukan hanya puisi dengan medasari narasi
Dengan bercerita seperti satu lembar deskripsi 

Dunia ini, dipenuhi berpuluh puluh juta manusia
Yang habis dengan perasaan langka
Tanpa sebuah realita 

Manusia tak berpeduli
Diam mengabaikan seperti sudah mati

Kemana perasaan manusiawi itu 
Tertanam dalam lubuk hati yang bisu

Rasa keterbiasaan 
Yang lama lama kebinasaan



Hancur sudah, rasa seluruh manusia yang merasa harus mengemis
Kepedulian yang berlagak layak apatis. 





Selamat menunaikan ibadah puasa:) 
Happy reading
Love c

Komentar

Postingan Populer