Puisi (24) sendiri..

Saat keramaian di pertemukan dalam satu kesepian..
Terkadang mereka hampir berargumentasi antara rasa dan kehampaan..
Saat kesedihan di satukan dalam satu kebahagiaan
Lantas kalian siapa? Bahagianya atau sedihnya?

Saat rapuh, perasaan pernah mengingat..
Ia bingung, dengan panggung drama di dasar bumi yang hangat..
Siapa yang bisa menahan pedih yang tiada habis nya..
Ia tak akan pernah mati dengan peran peran yang ada..

Sekilas hampir merenggut apa yang mungkin ia capai..
Mungkinkah ada waktu yang tersisa lagi untuk semua manusia yang sedang sendiri?
Mungkinkah ruang ruang bahagia tak pantas lagi untuk orang paling sepi..
Mungkinkah hanya tuhan yang bisa ia percaya untuk mengkokohkan jiwanya ini..




Jangan anggap sepi adalah jiwa paling di benci yang ada di dasar bumi ini, jangan anggap bahagianya tak pernah memungut segudang kehancuran yang paling ia hilangkan..

Jangan pernah anggap peran nya, yang paling tidak di pentingkan, di dalam pentas panggung kehidupan tuhan. 

Komentar

Postingan Populer