Puisi (23) waktu nanti tiba.

Ia hanya takut dengan waktu.

Saat suatu hari.
waktu yang akan memaksa nya untuk pergi.

Saat suatu hari.
Waktu yang menjawab penantian hari ini.

Ia hanya ingin diam saja disitu.
Memberhentikan sejenak waktu.

Entah untuk apa, tapi dalam ketergenangan nya saat ini, ia ingin waktu pun tahu, jika ia ingin selamanya, sama dengan hari ini.

Ia tak akan pernah berfikir tentang hari cemasnya.

Hari dimana, hanya sedang ada gerimis di musim yang salah.
Hanya sedang mengisi cangkir yang sudah tumpah ruah.

Habis tak tersisa.
Yang harus kalian mengerti. Ia hanya tak ingin waktu cepat menyudahi, bunga yang sedang tumbuh di dasar hati.

Bahwa yang ia tahu, ia benci saat nanti.

Dan di sepanjang langkah itu.
Tak pernah ada langkah yang baginya hanya ragu ragu.



Adakah yang lebih baik dari pergi dan meninggalkan kekosongan gerimis yang akan jatuh sendiri? 






Whazupp
Yang namanya puisi ya pasti sendu. 
Jadi yang nanya kapan bikin puisi bahagia. Ya saya gatau:)) 

So thankyou. Happy reading 


Komentar

Postingan Populer