Puisi (20) blam

Ada secangkir gelisah yang tertumpah di atas meja.
Lalu selarut rindu, yang di biarkan diam merana.

Tiba tiba segumpal luka menemani sang serpihan hati yang sedang sendiri.
Walaupun malam indah, yang sepertinya memang harus menepi. Dan beranjak pergi.


Ada beberapa hal yg perlu kita lingkarkan bersama sayap lalu terbang di atas ilalang.
Tanda nya pula. Ada beberapa hal yg perlu kita pisah kan dalam lekatan dengan perlahan pulang.


Hujan gerimis, turun lah.
Tidak apa jika kau akan mengejek pelangi pelangi itu.

Namun, embun nya sudah menunggu.
Sampai dimana malam ini. Ia terlihat seperti abu abu.



Isyarat itu selalu di perlihatkan. Jika tidak diperlihatkan itu namanya aurat. 
Setelah ini. Berjanjilah Jangan pernah kalian tepikan. Luapkan saja. Lalu lupakan





Tq. Happy malem minggu. 

Komentar

Postingan Populer