Puisi (13) unsaid

Angin seperti perlahan menghilang dari hidupnya
Menggenggam erat bendungan air mata
Yang tak akan habis olehnya

Hampir tak terhingga.
Bahkan satu tetes pun tak tersisa

Sedikit ia tahu, bahwa ada yang menemaninya
Sedikit ia mengerti, bahwa ada yang mengharapkan nya

Jika sudah perbaiki puing puing hatinya..
Lantas, apa yang membuatnya masih setia berlutut?

Berjanji..tak melihat kebelakang kembali
Baginya, hanya ada jiwa tanpa hati.

Apa tetap harus pergi..
Tanpa menetap harus tetap tinggal?

Meskipun nampak berat..
Tapi, ia tak akan berkata kata lagi..
Untuk menghapuskan air mata ini.




Jika rasa bagaikan sebuah kematian..
Maka, sudah pasti 
Tak akan ada yang bisa menyingkirkan. 















Ada bebrapa pengumuman.  Yang harus gue umumin. 
Yang pertama, 
Part matahari, short story, itu bakalan di HAPUS demi kepentingan pribadi. 

Takut ada salah paham atau gimana. Jadi mulai sekarang gue cuma bisa buat puisi sm the jorney 

Buat biar ga boring bgt. Gue tambahin part qoutes ala gue. 

So, lagi tahap perbaikan. 
Thanks :) 

Komentar

Postingan Populer