Puisi (12) menatap lagi.

Hati terus menggumam
Menahan amarah yang terus menggelegar

Terus bersembunyi di balik simfoni.
Mencari arti walau terus menuruni

Ia menengadah ke atas
Melihat apa maksud yang dirasa

Sempat akan mengagumi
Tapi rasa kurang untuk memahami.

Cukup!
Rasanya ini bukan yang terahir kalinya
Membuat menepis sesaat sampai tak bisa ia ralat

Cukup!
Ia tak ingin terbang lagi. Tak ingin merasa menang lagi.

Ia memang pembenci.

Saat bola mata yang terus bergerak mengikuti, memergokinya sampai saat ia menatap lagi.

Untuk kesekian kali. 

Komentar

Postingan Populer