Puisi (4) eyes
Berat rasanya untuk mengalihkan pandangan itu dari matanya.
Membuatku sedikit terkesimah atas tatapan nya.
Jika saja ini sudah tiada.
Maka takdir akan tetap berada.
Di dalam sana, telah menunggu sesuatu untuk pergi.
Namun, tak jua semangat untuk berhenti.
Sunyi sepi telah menanti.
Memendam hati untuk di cuci.
Hampa tak pernah padam, dalam rintik.
Dengan di iringi musik clasik.
Mungkin ia memang akan pergi, pergi untuk sang mimpi.
Dengan segala keikhlasan ia berdiri.
Untuk menunggu waktu berhenti.
Di tatapnya 5 menit saja, tak membuat segalanya berubah. Yang di tatap.
Akan tetap saja pergi
Ok. Nocoment. Happy reading :)
Membuatku sedikit terkesimah atas tatapan nya.
Jika saja ini sudah tiada.
Maka takdir akan tetap berada.
Di dalam sana, telah menunggu sesuatu untuk pergi.
Namun, tak jua semangat untuk berhenti.
Sunyi sepi telah menanti.
Memendam hati untuk di cuci.
Hampa tak pernah padam, dalam rintik.
Dengan di iringi musik clasik.
Mungkin ia memang akan pergi, pergi untuk sang mimpi.
Dengan segala keikhlasan ia berdiri.
Untuk menunggu waktu berhenti.
Di tatapnya 5 menit saja, tak membuat segalanya berubah. Yang di tatap.
Akan tetap saja pergi
Ok. Nocoment. Happy reading :)
Komentar
Posting Komentar