Puisi (6) Sajak semu.
Bukan karna gerimis pagi ia lantas merasa berduka..
Tentang bagaimana manusia memang tak butuh alasan untuk sebuah kehilangan...
Akan ada hari. Di mana setiap patah kataku menjadi api.
Setiap ucap lidah mu menjadi duri yang setelahnya penyesalan hangus di bakar nyeri.
Tak ada hal lain selain secangkir kopi yang ampas nya di biarkan dingin.
Merengut sebuah kepahitan di dalam nya. Dan akan menyisakan kepenyesalan.
Sebaik apapun kesedihan ku rapihkan.
Kehilangan akan tetap membuatnya berantakan.
Jika memang ini tak dapat kau lihat.
Dengar saja di hatimu.
Tanpa syarat dan tanpa semu.
Hola.
Abis uts. Jadi lupa buat up lagi. Kali ini bukan cuma puisi. Tapi juga sajak okayy
Btw dapet revisi dari kakak tercintah.
HAPPY READING
Tentang bagaimana manusia memang tak butuh alasan untuk sebuah kehilangan...
Akan ada hari. Di mana setiap patah kataku menjadi api.
Setiap ucap lidah mu menjadi duri yang setelahnya penyesalan hangus di bakar nyeri.
Tak ada hal lain selain secangkir kopi yang ampas nya di biarkan dingin.
Merengut sebuah kepahitan di dalam nya. Dan akan menyisakan kepenyesalan.
Sebaik apapun kesedihan ku rapihkan.
Kehilangan akan tetap membuatnya berantakan.
Jika memang ini tak dapat kau lihat.
Dengar saja di hatimu.
Tanpa syarat dan tanpa semu.
Hola.
Abis uts. Jadi lupa buat up lagi. Kali ini bukan cuma puisi. Tapi juga sajak okayy
Btw dapet revisi dari kakak tercintah.
HAPPY READING
Komentar
Posting Komentar